SHARE

Mengikuti diet vegetarian dan bahkan makanan vegan tampaknya merupakan tren baru di kalangan penggemar kesehatan dan kebugaran di seluruh dunia.
Di beberapa negara dan kebudayaan, banyak orang mengikuti diet vegetarian sejak berabad-abad karena berbagai sentimen tradisional dan religius.

Namun, di belahan dunia bagian barat, vegetarisme dan veganisme adalah konsep yang cukup baru yang semakin banyak orang hadapi saat ini.

Sementara beberapa orang menjadi vegetarian karena mereka membenci kekejaman terhadap hewan dan tidak ingin mengkonsumsi daging hewan, yang lain mungkin melakukannya karena berbagai manfaat kesehatan yang ditawarkan diet vegetarian.

Sejumlah penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun tentang diet vegetarian mengatakan bahwa, diet ini membantu orang menurunkan berat badan, membantu kesehatan usus yang lebih baik, mencegah penyakit jantung dan stroke, memperbaiki sistem kekebalan tubuh dan banyak lagi.

Jadi, tentu saja banyak orang sudah mulai mengikuti diet vegetarian dan nampaknya cukup puas dengan hasilnya.
Sama seperti bagaimana penelitian mengklaim diet vegetarian itu sehat, ada penelitian yang menyatakan bahwa pola makan berbasis daging tidak terlalu sehat, terutama untuk masalah usus dan berat badan.
Namun, selalu ada dua sisi dalam segala hal, bahkan dalam hal diet dan karena itu, vegetarisme pun ada pro dan kontra.

Sekarang, kita mungkin tahu bahwa diet seimbang mencakup semua nutrisi penting seperti vitamin, protein, mineral, karbohidrat, dll.

Dan diet seimbang sangat dibutuhkan untuk tetap sehat, baik secara mental maupun fisik.

Sekarang, karena daging adalah sumber utama protein alami dan mineral lainnya, vegetarian mungkin kekurangan nutrisi tertentu di tubuh mereka.

Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa vegetarian dapat berisiko tinggi mengalami depresi.
Mengapa?

Link Antara Diet Vegetarian Dan Depresi:
Depresi adalah penyakit mental yang telah menjadi begitu umum akhir-akhir ini sehingga kita sendiri bisa menderita atau pasti akan mengenal seseorang yang terpengaruh oleh kondisi ini.

Tuntutan dunia modern seperti pekerjaan yang penuh tekanan, komitmen finansial, masalah hubungan, dan sebagainya, dapat menimbulkan tingkat stres yang tinggi yang pada gilirannya menyebabkan depresi.

Depresi juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan dan perubahan tertentu pada zat kimia otak, tanpa pengaruh faktor eksternal.

Beberapa gejala depresi adalah ketidakpuasan, kesedihan, kegelisahan, apatis, perubahan suasana hati, kecenderungan ingin bunuh diri, kelelahan, dll.

Kini, para periset dari University Of Bristol telah menemukan bahwa diet vegetarian mungkin kekurangan cukup vitamin B12, yang terutama ditemukan pada daging.
Vitamin B12 diketahui bisa mencegah dan bahkan mengurangi gejala depresi dengan menjaga kadar serotonin di otak seimbang.

Sebenarnya Vitamin B12 dapat didapatkan dari makanan hasil fermentasi yaitu tempe dan tahu. namun kandungannya tidak setinggi Vitamin B12 Hewani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here