SHARE

Lihat orang di depan Anda saat ini, apa yang dia lakukan? Apakah dia sedang duduk sambil menggerak-gerakkan kakinya maju mundur atau ke atas dan ke bawah? Apa ya maknanya?
Berikut ini antara lain makna-makna yang bisa dibaca dari sikap tubuh menggerak-gerakkan kaki:

  1. Luapan Emosi

Menurut psikolog Liza Marielly Djaprie M.Si,Psi,SC melihat seseorang yang sibuk menggerakkan kakinya saat duduk, bisa jadi itu karena luapan emosi. Emosi bisa apa saja, bisa marah, gelisah, ataupun sedih.

“Emosi itu dapat mengalirkan energi yang mendorong keluar untuk memicu adanya gerakan. Contohnya seperti orang yang kecewa sampai menangis. Kalau sudah berlebihan emosinya, biasanya tubuh ikut bergetar kan,” terang Liza saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (19/8/2015).

Jadi menggerak-gerakkan kaki, sambung Liza, bisa jadi merupakan salah satu bentuk penyaluran emosi. Karena emosi akan berimbas pada gerak tubuh.

  1. Bosan

Kemungkinan lainnya bisa juga karena merasa bosan. Ini biasanya lebih banyak terjadi pada orang-orang yang kinestetik. Kinestetik itu artinya dia punya kebutuhan bergerak yang besar, lebih besar daripada orang yang bukan kinestetik.

“Orang kinestetik ini bisa kita lihat sehari-harinya dia itu suka olahraga atau suka sukanya aktivitas yang membutuhkan banyak gerak. Artinya orang seperti ini cenderung memaksimalkan pergerakannya,” ujar Liza, perempuan berambut pendek ini.

Pada orang-orang yang kinestetik, jika duduk terlalu lama dan tidak mengerjakan apapun dalam waktu lama, maka akan merasa bosan. Nah, dengan menggerakkan kaki atau anggota tubuh lainnya, maka menjadi sarana penyaluran kebutuhan untuk bergerak.

“Kita tidak bisa langsung menebak alasan seseorang menggerak-gerakkan kaki atau anggota tubuh lainnya. Bisa jadi karena emosi, bisa juga karena kebutuhan,” imbuh Liza.

  1. Meredam Stres

Orang yang sedang stres pun ada yang menyalurkannya dengan menggerakkan anggota tubuhnya. Menggerakkan anggota tubuh seolah menjadi upaya untuk meredam stres.

“Jadi, orang yang stres karena suatu masalah dan dia tidak menyelesaikan masalahnya secara konstruktif, maka akan ada yang terpendam di dalam dirinya sehingga hal ini memicu pergerakan tubuh,” ucap Liza.

  1. Grogi

Menggerakkan kaki pada beberapa orang memang bisa mengurangi grogi, karena dengan menggerakan kaki, maka manusia memberikan rangsangan berupa gerakan pada tubuhnya. Artinya seseorang memenuhi kebutuhan tersebut dengan bergerak.

“Kalau grogi, bisa jadi menggerakkan kaki atau berjalan-jalan,” kata psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si yang dihubungi terpisah.

Tetapi tidak semua orang ketika grogi mereka menggerak-gerakan kakinya. Ada juga yang menggerakkan tangan, ada juga yang berjalan-jalan masuk dan keluar ruangan. Kesemua ini dilakukan untuk mengurangi rasa grogi. Meski ada juga orang-orang yang menggerakkan kakinya karena kecenderungan.

  1. Hasrat Buang Air

Menurut Anna Surti, ada orang yang menyimpan hasrat ingin buang air terlihat dari caranya yang menggerak-gerakkan kaki.  “Kalau misalnya, seseorang sedang duduk, kemudian dia berulang-ulang mengangkat satu kaki di atas kaki lainnya secara bergantian, badannya juga gelisah, nah itu bisa saja diartikan bahwa dia merasa mau buang air, tetapi memang belum ada kesempatan untuk melakukan hal itu,” tutur perempuan yang akrab dipanggil Nina ini.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here